Meski kapur tulis sudah jarang dipakai, tahukah Anda bahwa kapur tulis masih lebih aman dibandingkan spidol lho? Dulu, kapur tulis seringkali dituding membahayakan kesehatan. Faktanya, kapur tulis tidaklah beracun. Karena kapur tulis terbuat kalsium karbonat yang berasal dari olahan batu kapur alam. Namun bagi sebagian orang yang kebetulan menderita asma atau gangguan pernafasan lainnya, debu dari kapur tulis memang bisa memicu kambuhnya penyakit. Umumnya hanya menyebabkan reaksi bersin atau batuk. Karena partikel debu yang sering terlihat beterangan di ruangan terbilang besar, jadi tidak akan langsung terhisap masuk ke dalam paru-paru. Sementara spidol yang selama ini dianggap lebih aman, tenyata mengandung bahan kimia yang cukup membahayakan kesehatan, yaitu xylene. Bahan kimia ini memiliki aroma khas yang banyak terdapat pada cat, thinner dan pernis.
Hasil studi Toxicological Profile for Xylene, Agency for Toxic Substances and Disease Registry menunjukkan bahwa efek xylene juga bisa menimbulkan pusing, sakit kepala, dan kehilangan memori jangka pendek. Partikel racunnya yang kecil akan dengan mudah masuk ke dalam saluran pernafasan. Jika racunnya terhirup dalam jumlah besar, bisa menimbulkan gejala seperti yang ditimbulkan oleh alkohol atau obat penenang. Dan efeknya akan bertahan selama 15 hingga 45 menit. Sementara efek jangka panjangnya dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan hati, ginjal dan sistem saraf pusat. Selain mengandung xylene, beberapa merek spidol juga ada yang mengandung propyl alcohol. Meski tidak terlalu beracun tetapi dapat mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Nah, agar terhindar dari efek merugikan spidol, batasi penggunaannya dan tidak menggunakan spidol dalam jarak dekat. Gunakan spidol dalam ruangan dengan ventilasi yang baik. Hindari menghirup aromanya dan segera mencuci tangan setelah selesai menggunakan spidol.

