@3ono 
Baik saya sudah coba buat filenya, dan silahkan di download disini....
alhamdulillah 
kebetulan sudah di-download dan baca2, dan merupakan dokumentasi yang cukup baik dan solid sekali 
good job, well done... keep the good work going 
tapi, btw sekedar saran - lain kali dokumentasinya, bila memungkinkan - ada baiknya dirubah ke bentuk pdf saja untuk menghindari teredit bagi pembaca (bila beda format word processor-nya - seperti antara openoffice dan ms office) 
btw, ternyata setelah baca2 dokumentasi rekan @3ono - ubuntu 10 bisa jalan dgn mpich2 ya... plus, ditambah komunikasinya melewati sambungan wireless... wah, jadi semakin penasaran untuk mencoba - tapi sayang, sumberdaya benar2 sudah tidak mencukupi jadi skrg untuk sementara menjadi pendengar/pengamat laboratorium rekan2 dulu 
punteun, ada sedikit pertanyaan nih dari hasil mpi-nya (soalnya di openoffice agak kurang jelas dibagian dokumentasi dalam kolom) - apa sempat memantau mesin mana yg sdg bekerja untuk sebuah perintah? kalo tidak salah kemarin saat review2 openmosix - ada perintah yg bisa membuat kita melihat performa setiap mesin per-eksekusi baris perintah? punteun, agak lupa linknya kemarin 
btw, ini
gimana ya kalau mau benar2 mau mengimplementasikan cluster ini??rekan @vnz punya contoh implementasi lain??aplikasi apa yg pernah di cluster??
apakah mpiexec tidak mengenal pompa perintah? (pipe-lining), maksud abdi - apa bisa dicoba seperti ini :
cara standar sesuai kaidah MPI :
misal pada mesin cluster - kita coba pasang aplikasi blender (pengolah 3d) atau lainnya - terus, eksekusinya seperti mpiexec -n 2 /testing/blender?
memang sepertinya agak rumit pada saat proses instalasi karena *mungkin* jatuhnya menjadi cross-compile aplikasi blender?
cara lain :
pasang aplikasi secara biasa melalui aptitude pada mesin master, lalu eksekusinya di-pompakan ke mpiexec?
hmm... sepertinya cukup menarik 
yg jadi pertanyaan saya kenapa kalau node master linux, node yg OS nya windows tidak bisa yah, begitu sebaliknya???
menurut abdi - ini *mungkin* disebabkan beda arsitektur HAL pada setiap mesin dilihat dari sisi OS. sehingga cara kerja/kalkulasi kernelnya (terhadap hardware) pun menjadi berbeda - yang kemudian hal ini yang membuat semua konsep *SMP*-nya openmosix dkk menjadi tidak jalan. jadi, bahkan mungkin saja antara linux A dan B bisa jadi tidak kompatibel (bisa beda distro, mungkin beda versi kernel dst)? Wallohu a'lam - hanya sekedar pemikiran krn abdi memang blm bisa mencoba untuk saat ini 
ini yang abdi juga agak bingung (tapi memang kemarin2 sudah sempat membayangkan/memikirkan sebelumnya saat membaca/review artikel2 mpi) :
laboratorium rekan @3ono dilakukan lewat wireless - ternyata bisa jalan... sangat luar biasa. sedangkan bila kita tengok poin abdi sebelumnya (beda HAL dst)... seharusnya clocking processor antar node (istilah sederhananya kita bilang *heartbeat* saja) sudah amburadul karena wireless bukanlah media yang reliable? tapi memang - teknologi yang ada pada grid *SMP over network* ini memang cukup luar biasa - cukup menarik untuk dipelajari 
sekali lagi, good job @3ono - terima kasih untuk sharingnya 
rekan @vnz 
hehehe... btw, mbok ya gitu - sudah capek2 membuat sistem yang ok, yang canggih dgn grid - kok contoh aplikasi-nya agak kurang ok?
punteun, kalo boleh sekedar mengingatkan... ada baiknya hati2 dgn memberi contoh karena internet sendiri juga bagai pisau bermata dua 