Re: Indonesia bener bener Open Source
Dikantor, kebetulan ada studio grafis dan studio recording.
Dari pengalaman saya:
Grafis, iMac dan Apple base lain jauh lebih bagus untuk grafis secara fitur, bukan kecepatan (iMac Core2Duo 2,66gHz 4 Gb Memori vs AMD X2 "lupa" 4Gb Memori 9800GT 512/256bit). Fitur termasuk kalibrasi warna. Tapi jika masuk dalam desain cetak, iMac dan PC dengan monitor CRT yang sudah dikalibrasi sama saja hasilnya.
Audio/Video Editing, software semacam Adobe Premiere dll jauh lebih stabil dijalankan di iMac. Kecepatan render di iMac memang sedikit lambat dari PC, tapi kestabilan yang luar biasa membuat kita nyaman meninggalkan studio dengan aktifitas render yang berjalan daripada harus bengong berjam-jam menunggu seperti ketika menggunakan PC. Error, hang, crash dll untuk iMac dan Apple base jauh lebih minimal dibanding PC.
Jadi pertandingannya adalah kestabilan vs kecepatan.
Butuh cepat, tentu pake PC dengan basis i7 dll. Tapi jika butuh kestabilan dan "kepastian" mengejar deadline pada waktu render, iMac jagonya.
Begitu juga dengan aplikasi web desain seperti yang saya gunakan. Dari Adobe Dreamweaver dll, di Macbookpro, jauh lebih stabil daripada PC core2duo saya. Dan grafis yang dihasilkan dari Macbookpro juga jangan lagi dipertanyakan. Klibrasi warna dengan menggunakan "Color LCD" bisa di "mengerti" oleh monitor LCD lain, bahkan monitor CRT sekalipun (dengan syarat VGA menggunakan 32bit color).
Nah, kembali ke Opensource.
Disisi inilah Opensource masih banyak tertinggal. Salah satunya, pengembang software multimedia mungkin berpikir dua kali ketika bersinggungan dengan lisensi GNU GPL dkk. Lihat saja software2 gedhe macam Logic Pro, Final Cut, Adobe dll.....
Saya sendiri sangat yakin, saya nggak mau jika saya mampu membuat software begitu bagus dan akan saya gratiskan begitu saja.
Itu yang membuat saya salut luar biasa kepada Wordpress, Drupal, Joomla, Ubuntu dll yang benar2 mendedikasikan hidup mereka untuk "maiyah" alias kebersamaan.
Salut juga kepada temen2 disini yang begitu mudah membagi pengetahuan kepada siapapun yang membutuhkan, walau dalam kadar tertentu, Anda dan temen2 lain punya hak untuk melakukan "batasan2"....
Mungkin begitu mas Opik.
Nuwun.

