You are not logged in.
komandan @lupanamanya ... ![]()
langsung aja deh ...
bisa kah bonding berbasis pppoe (speedy telkom) dilakukan tanpa melakukan apa2 di sisi isp, dgn kata lain hanya nguprek di sisi klien ?
Offline
mod abdi ![]()
setuju - sederhananya serhananya = route cache - hampir semua mesin begitu kok
pertanyaannya : kenapa dibuat begitu?
karena efisien, security mungkin ![]()
kalo dulu sewaktu belajar : ada yg namanya FIB - apa sama ya?
Yap semua informasi routing ada di FIB (Forwarding Information Base)
maksudnya untuk load balancing 2 pipa atau 1 pipa saja? pada WAN atau LAN?
loadbalancing untuk lebih dari 1 pipe, mungkin bisa WAN dan LAN juga ![]()
apa mekanisme equalize tidak cukup?
ini opsi equalize yang ada di perintah "ip" atau bukan?
Offline
kang abdi?!
koq gak ada lanjutannya nih?!

Offline
@ opik ![]()
sabar atuh ![]()
ok, kembali ke laptop untuk membahas bonding ppp ![]()
ini pertanyaan abdi belum dijawab sama opik :
nah, ini menarik - apakah bisa dijabarkan lebih detil? kira2 bagaimana hubungan antara layer 2 dan 3? penentuan jalurnya -> apa mungkin dari sini bisa diambil analisa tentang apa itu load balancing dan failover
padahal jawabnya sudah ada tuh di-thread sebelah ![]()
@ wijayakto ![]()
loadbalancing untuk lebih dari 1 pipe, mungkin bisa WAN dan LAN juga
kalo membandingkan masalah performa streaming (lag) dengan loadbalancing/bonding - parameternya banyak spt :
- kondisi server sendiri : bandwidth, processing dsb
- kondisi klien juga sama : bandwidth, processing dsb
- protokol yg dipergunakan dsb
bila 2 hal diatas sudah ok - berarti tidak perlu bonding/loadbalancing sebetulnya ![]()
terlepas itu - bila mau bonding/loadbalance juga boleh asal kebutuhan aplikasi-nya sudah benar dimana bonding lebih disukai diatas loadbalancing (mengatasi NAT dsb).
ini opsi equalize yang ada di perintah "ip" atau bukan?
yup. cukup bagus performanya sewaktu abdi ujicoba kemarin - untuk mengatasi multi gateway apalagi ditambah HSRP/VRRP.
@ serangku ![]()
bisa kah bonding berbasis pppoe (speedy telkom) dilakukan tanpa melakukan apa2 di sisi isp, dgn kata lain hanya nguprek di sisi klien ?
abdi kira - *mungin* itulah yang dinamakan fungsi riset yang sedang abdi coba bahas dgn opik faisal wijayakto dkk di thread ini
sekaligus menimba-memperdalam ilmu tcp/ip-nya ![]()
kemungkinannya kan sesuai dgn pertanyaan : bisa tidak ppp "khusus speedy" dibonding? - atau *mungkin* ada cara lain yang bisa disetarakan membonding ppp speedy untuk mendapat hasil maksimal dari 2 atau lebih line ppp speedy ![]()
Offline
mod abdi ![]()
yup. cukup bagus performanya sewaktu abdi ujicoba kemarin - untuk mengatasi multi gateway apalagi ditambah HSRP/VRRP.
Setahu saya untuk bisa memanfaatkan perintah equalize, kernel harus di patch.
Dan patch tersebut tidak termasuk ke dalam original kernel (sampai dengan kernel-2.6.35.2).
Patch equalize yang tersedia di internet (sejauh yang saya cari di internet) hanya untuk kernel-2.4.18.
Perintah equalize sendiri adalah merubah per-flow menjadi per-packet.
Apakah dengan equalize:
1. Latency menjadi besar, karena adanya proses reassembling packet.
2. Situs/stream connection yang membutuhkan koneksi yang menetap (persistent connection) dapat diakses/tidak putus-putus. (karena packet disebar kebeberapa gateway sehingga IP-nya juga berbeda-beda)
Offline
opikdesign wrote:
lupanama wrote:
gan........ maaf ganggu bang
saya sudah menerapkan cara loadbalancinya mas REZA, saya pasang 2 Speedy
tapi kok ketika saya mendownload dari INDOWEBSTER saya cuma dapet 100Kbps, padahal kalo model penggabungan dengan MIKROTIK, saya bisa dapet 200Kbps
mohon pencerahanya
terima kasihloadbalance dengan bonding beda, klo loadbalance itu menyeimbangkan beban ke 2 ato lebih jalur ISP sesuai perbandingan yg kita berika sedangkan yg bisa menggabungkan b/w itu bukan loadbalance tetapi bisa dengan bonding...
Allow mas-mas para sesepu yang saya hormati lagi cintai... MERDEKA,
Ohh iya kembali ke TCP/IP, TCP/IP=aturan mirip dengan Konsep OS. Semua cara kerja pada jaringan merupakan pengembangan dari cara kerja OS,hanya saja kalo OS yang diurus mesinnya sendiri,kalo di jaringan ada protokol "SNMP"nya..
Menurut saya kalo di lihat dari konsep TCP/IP maupun OS, dimana tidak ada 2 jalur(kanal) untuk satu proses, apalagi di terapkan pada protocol TCP dengan "Three Way Handshake" nya, pasti tidak ada koneksi yang Establised. Namun boleh ada dua proses melalui satu jalur yang sama , ini disebut Multiplexing (port tcp/ip merupakan salah satu implementasinya).
BONDING :
Rebonding.. eis bonding (lucu mode on ..
)
Seperti mas opick yang sudah sebutkan adalah penggabungan 2 jalur menjadi satu untuk mendapatkan koneksi yang lebih cepat, Analogi TCP/IP di rubah disini(bonding), karena di sini protocol ARP nantinya hanya akan melihat satu alamat MAC yang di buat saat konfigurasinya.
Loch gemana dengan interface-interface yang punya IP berbeda ? Nantinya, dalam melakukan koneksi, itu urusan mereka ! siapa ? TCP dan UDP !! Protocol tersebut akan menambahkan nomor sebagai penanda setiap paket yang sudah di fragment ketika di kirim ke jaringan, tetapi hal ini bisa menyebabkan duplikasi data yang terlalu ketara apabila jaringan terlalu kritis dengan informasi IP dan MAC yang berakibat menjadi beratnya proses pada terminal yang menggunakan Bonding.
Bonding bekerja di layer 2,3 dan 4
1. Pada layer kedua, tugasnya menentukan MAC yang digunakan untuk di kenali protocol ARP
2. Pada layer ketiga, tugasnya menentukan alamat IP untuk interface-interfacenya (Khusus untuk protocol Ethernet(802.3 ,yang lain ndak tau)
3. Pada layer ke empat , tugasnya minta tolong supaya datanya di beri metode pengiriman (TCP or UDP) dan mengatur sequence number untuk paket-paketnya.
Maaf teman2, tolong dibantah penjelasan saya diatas,karena itu hanya pandangan saya ,toch mata saya masih kabur, bonding sedikit/banyak membingungkan saya.
tanks..
Last edited by benhard (15-08-2010 03:01:44)
Offline
Alhamdulillah udah pada sahur semua kah? ![]()
@ wijayakto ![]()
Setahu saya untuk bisa memanfaatkan perintah equalize, kernel harus di patch.
Dan patch tersebut tidak termasuk ke dalam original kernel (sampai dengan kernel-2.6.35.2).
Patch equalize yang tersedia di internet (sejauh yang saya cari di internet) hanya untuk kernel-2.4.18.
alhamdulillah, semakin menarik bahasannya ![]()
pada quote wijayakto ada 2 bagian nih :
- apakah kita bicara per-paket yang sudah disediakan OS? atau
- kita berbicara plain kernel? seperti kita ambil dan build sendiri dari kernel.org?
sejauh yg abdi cobakan kemarin - ubuntu server 804 LTS - sepertinya semua berjalan normal & sesuai ekspektasi. sederhananya kemarin setiap mesin punya 2 gateway pada 2 switch (ip HSRP) - ujicobanya = mematikan sebuah switch, yg berarti salah satu gateway hilang dari route - tapi fungsi forwarding masih berjalan
analisa wijayakto gmn?
Perintah equalize sendiri adalah merubah per-flow menjadi per-packet.
sepertinya jawabannya sudah dijawab benhard dibawah ![]()
Apakah dengan equalize:
1. Latency menjadi besar, karena adanya proses reassembling packet.
definiskan latency ![]()
sederhana menurut abdi - latency bisa berada dimana saja sbb :
- kondisi server sendiri : bandwidth, processing dsb
- kondisi klien juga sama : bandwidth, processing dsb
- protokol yg dipergunakan dsb
insyaAlloh, sudah dicoba?
lanjut...
2. Situs/stream connection yang membutuhkan koneksi yang menetap (persistent connection) dapat diakses/tidak putus-putus. (karena packet disebar kebeberapa gateway sehingga IP-nya juga berbeda-beda)
tergantung itu gateway-nya nge-route atau NAT? ![]()
@ bernhard ![]()
selamat datang di forum ![]()
pendatang baru yg lumayan nih argumennya tapi bagus dan bersemangat ![]()
kalo di jaringan ada protokol "SNMP"nya..
setuju
tapi maaf, *mungkin* cukup kompleks/rumit bila dijelaskan kepada rekan2 KIOSer yang berasal dari beragam tingkat pendidikan/pemahaman - jadi kalo bisa, bahasanya kita sederhanakan saja secara umum agar rekan2 yg lain juga bisa mengikuti diskusinya ![]()
palagi di terapkan pada protocol TCP dengan "Three Way Handshake" nya, pasti tidak ada koneksi yang Establised. Namun boleh ada dua proses melalui satu jalur yang sama , ini disebut Multiplexing (port tcp/ip merupakan salah satu implementasinya).
betul, setuju ![]()
sederhananya setiap orang bisa akses www pada 1 port TCP 80, bukankah? mohon koreksi bila salah ![]()
kata "multiplexing" -> sudah lama dilupakan euy ![]()
Analogi TCP/IP di rubah disini(bonding), karena di sini protocol ARP nantinya hanya akan melihat satu alamat MAC yang di buat saat konfigurasinya.
setuju ![]()
tapi bagian ini :
Loch gemana dengan interface-interface yang punya IP berbeda ? Nantinya, dalam melakukan koneksi, itu urusan mereka ! siapa ? TCP dan UDP !! Protocol tersebut akan menambahkan nomor sebagai penanda setiap paket yang sudah di fragment ketika di kirim ke jaringan, tetapi hal ini bisa menyebabkan duplikasi data yang terlalu ketara apabila jaringan terlalu kritis dengan informasi IP dan MAC yang berakibat menjadi beratnya proses pada terminal yang menggunakan Bonding.
maaf, agak sedikit rancu ![]()
*mungkin* bisa dirujuk kembali kepada proses enkapsulasi dekapsulasi komunikasi TCP/IP. yang merubah tanda/header adalah proses bada setiap bagian bawah = dalam hal ini pengenal TCP adalah IP, pengenal IP adalah MAC dst (bila ada).
setuju dengan bagian duplikasi data pada layer 2 dan 3 -> maka dari itu setiap design network redundancy atau jaringan yg baik pada umumnya - harus menghitung kalkulasi looping.
Bonding bekerja di layer 2,3 dan 4
secara umum - bila melihat definisi benhard dari TCP multiplexing maka sah2 saja bonding bekerja pada layer 2, 3 dan 4 ![]()
Maaf teman2, tolong dibantah penjelasan saya diatas,karena itu hanya pandangan saya ,toch mata saya masih kabur, bonding sedikit/banyak membingungkan saya. tanks..
nggak perlu berbantah - hanya diskusi saja sembari brainstorming untuk belajar bersama kok ![]()
opini & penjelasan yang ok, btw ![]()
keep sharing ![]()
trm ksh ![]()
Offline
@mod abdi
untuk masalah ip bonding, saya setuju dengan benhard, mac address nya akan join di interface bondingnya
namun, pada saat saya implementasi untuk wan optimization, IP address dan mac disetiap interface diperlukan untuk melakukan check masing2 link (via ping atau arp)![]()

Offline
@ faisal ![]()
gmn nih puasanya? insyaAlloh lancar ya ![]()
ok, pelan2 ![]()
untuk masalah ip bonding, saya setuju dengan benhard, mac address nya akan join di interface bondingnya
sebenarnya, abdi agak kurang paham nih dgn pertanyaan faisal ![]()
seperti penjelasan abdi sebelumnya disini :
secara teori dasar - setiap interface (baik bonding atau ethernet atau tap/tunnel ataupun interface lainnya) selalu berawal pada layer 2 secara fisik -> interface tersebut baru akan berubah tingkat pada layer 3/network layer setelah dia mengenal/menggunakan atribut IP pada dirinya.
dihubungkan dgn pertanyaan faisal diatas,
pastinya MAC yang baru akan dibuat oleh OS bila ada interface baru pada OS karena prinsip umumnya - tidak ada MAC cloning atau IP cloning (mungkin ada pada aplikasi tertentu seperti ip alias dsb, tapi secara sederhana kita kesampingkan dulu ya). normalnya : 1 MAC harus 1 interface, 1 ip harus 1 host dst.
hmm, agak OOT dari diskusi thread sepertinya ![]()
kemungkinan bonding PPPoE speedy -> poin-nya yg jadi bahasan justru lebih ruwet dibanding - maaf, membahas bonding ethernet secara umum
kenapa? nah, mungkin faisal bisa jelaskan dulu PPP ada di layer berapa? dan tahapan PPP hingga mendapat IP itu bagaimana? boleh dibantu abdi? ![]()
untuk selingannya :
namun, pada saat saya implementasi untuk wan optimization, IP address dan mac disetiap interface diperlukan untuk melakukan check masing2 link (via ping atau arp)
agak kurang paham juga dengan pertanyaan yg ini ![]()
ini wan opt skope yg mana? bandwidth mgmt/wan cache atau link controller? kalo boleh tahu, produk mana yg dipakai? inline/bridging atau passive/routing? apa tunnel juga?
tapi kalo dijawab singkatnya sih - semua komunikasi end-to-end harus punya IP - kecuali MAC yang tidak wajib karena MAC sifatnya digantikan oleh router didepannya - kecuali bila pakai tunnel interface. cmiiw btw ![]()
Offline
hiahahahaha tambah seru aja nih?! mantap...
pertanyaannya dah di jawab sendiri nih?!
abdi_wae wrote:
@ opik
sabar atuh
ok, kembali ke laptop untuk membahas bonding ppp
ini pertanyaan abdi belum dijawab sama opik :nah, ini menarik - apakah bisa dijabarkan lebih detil? kira2 bagaimana hubungan antara layer 2 dan 3? penentuan jalurnya -> apa mungkin dari sini bisa diambil analisa tentang apa itu load balancing dan failover
padahal jawabnya sudah ada tuh di-thread sebelah
dan jawabanya...
abdi_wae wrote:
seperti penjelasan abdi sebelumnya disini :
secara teori dasar - setiap interface (baik bonding atau ethernet atau tap/tunnel ataupun interface lainnya) selalu berawal pada layer 2 secara fisik -> interface tersebut baru akan berubah tingkat pada layer 3/network layer setelah dia mengenal/menggunakan atribut IP pada dirinya.
Layer 2:
Urusannya dengan frames mengenal baik LLC maupun MAC
Layer 3:
Berhubungan dengan header paket-paket data yang mengenal IP
sementara opik jadi pendengar dulu deh,
diskusinya mulai melebar kemana-mana....

Offline
mod abdi
Alhamdulillah.... ![]()
- apakah kita bicara per-paket yang sudah disediakan OS? atau
- kita berbicara plain kernel? seperti kita ambil dan build sendiri dari kernel.org?
Secara umum per-packet di linux bukan defultnya, tetapi memungkinkan kernel untuk merubah per-flow menjadi per-packet dengan perintah equalize di iproute2.
Yap.. mengambilnya dari kernel.org dan mem-build-nya sendiri.
Di "man ip" dikatakan "equalize only works if the kernel is patched."
Dan "man rtnetlink" dikatakan "RTM_F_EQUALIZE a multicast equalizer (not yet implemented)"
Saya belum memeriksa apakah kernel ubuntu telah dipatch atau belum.
Mungkin, tujuan dari diskusi ini (dari awal) adalah mencari bagaimana cara agar dapat menggabungkan lebih dari 1 koneksi (speedy/lainnya). Seperti telah di jelaskan, penggunaan bonding tidak memungkinkan untuk dipakai pada sisi end-user. (seperti pertanyaan serangku yang lalu)
Sedangkan penggunaan ECMP loadbalancing, kebanyakan di forum ini mengeluhkan koneksi yang putus-putus apabila sedang bermain game online.![]()
Offline
halo rekan semua ![]()
hmm... setelah berulang kali membaca opini benhard ttg tcp multiplexing - sepertinya ada yg harus diralat dari jawaban abdi nih ![]()
betul, setuju
sederhananya setiap orang bisa akses www pada 1 port TCP 80, bukankah? mohon koreksi bila salah
kata "multiplexing" -> sudah lama dilupakan euy
ada ralat sedikit dari abdi nih :
agak kurang pas sebetulnya bila multiplexing pada TCP dikatakan bonding - karena sebuah port tetap punya 1 jalur -> *mungkin* bahasan tcp multiplexing ini dibanding dengan bahasan *bonding* lebih cenderung masuk ke wilayah tcp/application load balancing/application-service clustering
jadi *mungkin* sudah agak keluar dari diskusi *bonding/loadbalance* ppp (layer 2 dan 3).
Bonding bekerja di layer 2,3 dan 4
---
secara umum - bila melihat definisi benhard dari TCP multiplexing maka sah2 saja bonding bekerja pada layer 2, 3 dan 4
tapi untuk sederhananya - boleh dikatakan demikian saja ya ![]()
---
kembali ke topik bonding/loadbalance PPP -> kiranya bahasan untuk loadbalance PPP sudah umum ya dan *mungkin* sudah banyak diterapkan, jadi tidak ada bahasan lebih lanjut
jadi, tinggal menyisakan *bonding* ppp-nya.
@ wijayakto ![]()
maaf, salah syntax nih jadi agak kurang jelas bacanya - maksud abdi disini :
- apakah kita bicara per-paket yang sudah disediakan OS? atau
per-paket disini maksudnya = aplikasi ip equalize sudah built-in pada OS ubuntu server 804 LTS, jadi bukan masalah per-flow menjadi per-packet
maaf ya
kan, tinggal install OS servernya ![]()
dari pengalaman abdi kemarin - yg insyaAlloh sudah jalan bagus, *mungkin* para builder ubuntu/debian sudah mem-patch terlebih dulu.
ok, dari man ip equalize :
equalize
allow packet by packet randomization on multipath routes. Without this modifier, the route will be frozen to one selected nexthop, so that load
splitting will only occur on per-flow base. equalize only works if the kernel is patched.yup. setuju ![]()
itu mungkin bisa jadi bahan ujicoba untuk wijayakto (kalo punya waktu dan mesin yang luang) - karena *mungkin* saja ujicoba yang telah abdi lakukan masih ada yg kurang? ![]()
tapi kalo untuk bagian ini :
Dan "man rtnetlink" dikatakan "RTM_F_EQUALIZE a multicast equalizer (not yet implemented)"
itu sepertinya khusus untuk multicast ya - yg mana cara bekerja multicast cukup banyak berbeda dibanding unicast/broadcast. dulu sewaktu belajar masih ingat ada yg namanya RP, RPF dsb - mungkin bisa dirujuk kesana kenapa equalize pada multicast belum dicoba? abdi belum testing multicast karena kemarin tidak ada aplikasi yg digunakan memakai multicast
btw, abdi juga kurang in-depth kalo sudah masuk wilayah multicast ![]()
Mungkin, tujuan dari diskusi ini (dari awal) adalah mencari bagaimana cara agar dapat menggabungkan lebih dari 1 koneksi (speedy/lainnya). Seperti telah di jelaskan, penggunaan bonding tidak memungkinkan untuk dipakai pada sisi end-user. (seperti pertanyaan serangku yang lalu)
yup, setuju - maka dari itu, abdi coba kembalikan lagi pada bahasan layer 2 dan 3 terutama sisi interface PPP.
ada sebuah diskusi menarik dari rekan2 di forum mikrotik.com tentang bonding PPP - cukup kritis analisanya yg mungkin bisa kita jadikan acuan :
http://forum.mikrotik.com/viewtopic.php?f=2&t=44181
jadi - kembali ke bonding PPP ![]()
untuk yang ini :
Sedangkan penggunaan ECMP loadbalancing, kebanyakan di forum ini mengeluhkan koneksi yang putus-putus apabila sedang bermain game online.
parameter apa yg disimpan oleh sebuah server dari setiap request dari klien? ![]()
*mungkin* jawabannya sudah ada dibahasan diatas sebelumnya ![]()
@ opik ![]()
hiahahahaha tambah seru aja nih?! mantap...
pertanyaannya dah di jawab sendiri nih?!
---
Layer 2:
Urusannya dengan frames mengenal baik LLC maupun MAC
Layer 3:
Berhubungan dengan header paket-paket data yang mengenal IP
hehehe
maksud abdi bukan itu opik ![]()
sudah dibahas sama benhard sama faisal tuh di-atas ![]()
coba dibaca pelan2 deh
ada kok ![]()
sementara opik jadi pendengar dulu deh,
diskusinya mulai melebar kemana-mana....
nggak kok, kita kembali membahas *bonding* pppoe - bila memungkinkan diterapkan tanpa setting disisi provider ![]()
Offline
mod abdi
itu sepertinya khusus untuk multicast ya
Saya melihat dari source code iproute, dan flag "RTM_F_EQUALIZE" digunakan untuk 'mengaktifkan' equalize.
Perintah equalize sudah dihapus dimulai iproute2-2.6.33
Hhhmm... insyaalloh saya (kalau ada waktu
) pelajari kernel ubuntu.
Kita balik ke bonding ppp ![]()
Offline
mod kang abdi_wae
Hallow mas, pa kabar.. semoga dalam lindunganNya ..seep..
Menurut yang saya jelaskan sebelumnya, BONDING dan MULTIPLEXING itu saling berbalik pengertiannya.
Bonding = 1/lebih proses koneksi untuk dua kanal
MULTIPLEX = 1 kanal untuk banyak proses koneksi, memang betul kata abdi,kata "multiplex" jaraang di gunakan untuk pembahasan TCP/ip, ini lebih menjurus pada teknik penandaan frequensi untuk komunikasi data. tetapi cara kerjanya di tiru oleh protocol TCP/ip.
hheheh
peace...
re"BONDING" bikin binun tapi asik..![]()
Tadi di satu post saya baca kalo " IP lebih penting di bandingkan MAC,karena akan di gantikan oleh router yang ada diatas" .. saya rasa memang betul kalo MAC digantikan oleh router yanga ada diatas, tapi untuk koneksi Direct-routing ke router yang di atas tadi, kan harus pake mac juga kan ?? betulkah ??
PPP
protocol ini bekerja pada layer 2, sama seperti ethernet
kesimpulan :
1. bonding merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk memecahkan permasalahan untuk koneksi dengan kanal ganda.
2. prakteknya sudah banya di bahas di forum ini,dan banyak yang berhasil, saya ?? malu neh !!
3. Teorinya ,mantap pisan di bahas sama sesepu-sesepu kita di atas ![]()
4. Linuxnya sampai di'kupak' ke Kernel-kernelnya, mantaffff...(keren mas wijayakto
)
PERTANYAAN (??????))
++ MANAKAH YANG LEBIH BAGUS, PAKE LOADBALANCE or BONDING ???+++
tenkiu banget ...
terus rebonding...,sampai lurus bahasannya ...
ehh,, SALAM MERDEKA UNTUK BANGSA INDONESIA .. SEMOGA KITA TETAP DI RIDOI YANG ESA..amin
Offline
abdi_wae wrote:
...membahas *bonding* pppoe - bila memungkinkan diterapkan tanpa setting disisi provider
menurut teori sih harus dua sisi kang....

Offline
@ benhard ![]()
Tadi di satu post saya baca kalo " IP lebih penting di bandingkan MAC,karena akan di gantikan oleh router yang ada diatas" .. saya rasa memang betul kalo MAC digantikan oleh router yanga ada diatas, tapi untuk koneksi Direct-routing ke router yang di atas tadi, kan harus pake mac juga kan ?? betulkah ??
maksudnya bagian yg inikah?
tapi kalo dijawab singkatnya sih - semua komunikasi end-to-end harus punya IP - kecuali MAC yang tidak wajib karena MAC sifatnya digantikan oleh router didepannya - kecuali bila pakai tunnel interface. cmiiw btw
semua lapisan pada OSI dari lapisan 7 sampai dgn 1 adalah saling berhubungan pastinya ![]()
tapi coba benhard review kembali - kenapa harus IP yang mewakili semua lapisan OSI itu?
mudah2an jawabnya cukup mudah kok ![]()
@ opik ![]()
sabar ya, belum sempat ngoprek mlppp-servernya nih, RAM-nya kurang untuk emulasi 2 mesin linux cuma ada 512MB soalnya ![]()
Offline
opikdesign wrote:
abdi_wae wrote:
...membahas *bonding* pppoe - bila memungkinkan diterapkan tanpa setting disisi provider
menurut teori sih harus dua sisi kang....
abdi_wae wrote:
sabar ya, belum sempat ngoprek mlppp-servernya nih, RAM-nya kurang untuk emulasi 2 mesin linux cuma ada 512MB soalnya
Kalau melihat rfc1717 sepertinya disisi provider harus mensupportnya.
Offline
@ wijayakto ![]()
Kalau melihat rfc1717 sepertinya disisi provider harus mensupportnya.
kembali ke laptop ![]()
kita coba bahas dari teknologi layer 2 dulu ya :
- perbedaan bonding dan bridging itu ada dmn?
- dan bila ada bedanya, kenapa harus berbeda?
misalkan begini :
- dibuat 1 buah bridge dgn 2 port sebagai membernya - berbanding
- 1 buah bonding interface dgn 2 port juga sebagai membernya
Offline
mod abdi
Pada L2 tidak melihat (tidak tahu-menahu) layer diatasnya jadi protocol diatasnya bisa dilewatkan.
Bagaimana menentukan sebuah hardware/software itu berada di layer keberapa dari OSI ?
salam ![]()
Offline
beuh ...
bantu sundul dulu aja komandan ...
Layer 2 ... Layer 3 .. OSI ... lieur euy ![]()
manut2 ngelihat para jedi berdiscuss
moga ketularan key word na
Offline
@ wijayakto ![]()
Pada L2 tidak melihat (tidak tahu-menahu) layer diatasnya jadi protocol diatasnya bisa dilewatkan.
observasi yang bagus ![]()
cuma coba kita bahas pelan2 ya ![]()
kita coba bahas dari teknologi layer 2 dulu ya :
- perbedaan bonding dan bridging itu ada dmn?
- dan bila ada bedanya, kenapa harus berbeda?
misalkan begini :
- dibuat 1 buah bridge dgn 2 port sebagai membernya - berbanding
- 1 buah bonding interface dgn 2 port juga sebagai membernya
layer 2 berhubungan dengan switching/forwarding. pada konteks ini, kita belum sampai membahas apa itu switch yg akan dibahas berikut ini.
apa itu switching/forwarding?
secara sederhana - dalam teknik elektro, switching/forwarding adalah sebuah mekanisme meneruskan aliran listrik -> contoh sederhana : knob on/off pada saklar lampu ![]()
definisi sederhana dari bridge?
adalah menyambungkan/meneruskan aliran listrik antara 2 port (bisa itu ethernet, serial dsb) - *sederhananya* dapat dikatakan masih bersifat point-to-point.
hubungannya dengan hardware switch?
switch adalah multiport bridge - dimana terdapat lebih dari 2 port untuk diteruskan aliran listriknya. bisa itu ethernet port atau serial dsb.
bagaimana logik dari sebuah switch?
switch meneruskan aliran listrik kepada port-port yang tergabung melalui sebuah penandaan yang disebut content addressable memory/CAM = yaitu rekaman tanda MAC berbanding port. bila sebuah port telah aktif dan dikenali MAC-nya maka langsung listrik dialirkan, bila tidak dikenali MAC-nya maka listrik akan di-flood kesemua port kecuali dari tempat datangnya listrik awal.
switch juga punya MAC address - tapi tidak signifikan bila ditinjau dari sisi komunikasi end-to-end (baca : komputer1 ke komputer2). tapi akan menjadi signifikan bila terjadi loop -> yaitu listrik dari sebuah switch kembali kedirinya sendiri = switch tersebut melihat MAC dirinya pada port 1 juga sekaligus pada port 2, hasilnya? benturan.
ingat : kita masih belum membahas IP, tapi tetap pada layer 2 ![]()
untuk menghindari looping pada switch maka dikembangkan sebuah teknologi yang dapat mengenali loop yaitu spanning tree protocol/STP -> gunanya? bila terdekteksi loop - maka salah satu port akan di-non aktifkan. agar apa? *mungkin* bisa dibaca teori diatas ![]()
pada sambungan antara 2 switch - hal yang sama akan berlaku. dalam artian, bila 2 port pada switch1 terhubung ke 2 port pada switch2 :
+------------+
| |
switch1---| |---switch2
| |
+------------+keterangan diatas :
sw1 port 1 <-----> sw2 port 1
sw1 port 2 <-----> sw2 port 2
hubungannya dengan bonding?
insyaAlloh kita sambung diskusinya besok ya ![]()
semoga bermanfaat ![]()
Offline
koq malah membahas layer OSI sih?!
apa gak sebaiknya buat thread baru?!

Offline