fin.alexa wrote:nyimak gan, ada panduan lebih spesifik gak tentang cloud storage ?
Hahaha.. pertanyaanya yang harusnya lebih spesifik kang. 
Cloud storage yang dimaksud apakah teknologinya atau aplikasi?
Kalau aplikasi cloud storage yang free oss berbasis web sudah banyak, OwnCloud atau Seafile misalnya.
Kalau yang dimaksud teknologinya, ini yang agak susah
, ini sedikit dari saya.
Cloud storage, biasanya dibedakan jadi dua, block storage dan object storage. Block storage itu service-nya block device seperti hard drive, jadi client cloud block storage seperti punya hard disk tambahan, dan hard disk nya berupa hard disk virtual. Di Linux umumnya backend untuk block storage pakai lvm + iscsi, atau mungkin juga raid disk.
Untuk object storage, ini teknologi yang bisa dibilang baru di dunia cloud. Object storage menang dari block storage karena scalable, terus lokasi geografis server tidak jadi masalah. Berbeda dengan block, object storage menyimpan data dalam bentuk object dan masing2 object punya id.
Sedikit pengenalan saja, kalau perlu referensi block dan object storage googling saja. 
Kemudian platform cloud storage. Saya belum banyak banyak berhubungan dengan cloud platform kecuali OpenStack, dan saya juga menyarankan OpenStack. Pilih OpenStack karena
1.) FOSS
2.) Modular
3.) Scalable
Di OpenStack, service storage seperti dijelaskan diatas juga ada dua, block dan object. Block storage service di OpenStack namanya Cinder sedangkan object storage service namanya Swift.
Satu lagi yang menurut saya menarik, cloud storage yang namanya Ceph. Ceph sekarang ini dikembangkan Red Hat dan banyak developer lain. Yang menurut saya menarik Ceph ini object storage tapi bisa juga sebagai block storage dengan implementasi mereka yang disebut RADOS. Dengan Rados, client bisa menggunakan block storage seperti biasa, tapi oleh Ceph sebenarnya data disimpan dalam bentuk object.
Satu lagi, OpenStack juga bisa pakai Ceph jadi backend selain lvm yang biasa dipakai.