.

Telkom e-Payment

Host to Host merupakan sistem transaksi Online (real-time approach) yang menghubungkan antara Host / Server pemilik tagihan (selanjutnya disebut Biller) dengan Host / Server collecting Agent (selanjutnya disebut CA) secara langsung.

Transaksi dalam sistem Host to Host menggunakan mekanisme terdelegasi dimana Host CA diberi otoritas untuk melakukan transaksi dengan aturan tertentu sesuai aturan protokol ISO 8583.
Dengan sistem Host to Host, CA dapat melakukan integrasi layanan ke sistem Perbankan yang dapat disesuaikan dengan seluruh perangkat CPE dari CA [mis : ATM, Teller, PhoneBanking, dll]. Sistim pelaporan transaksi dilakukan di masing-masing Host [Host Biller, Host CA dan Host DataCommunicator]. Jika ada perbedaan dalam laporan transaksi, dilakukan rekonsiliasi dan serangkaian proses penyamaan (adjusment).

Host to Host TELKOM yang selanjutnya disebut dengan layanan TELKOM e-payment, adalah sistem komunikasi data yang dikelola oleh DIVMEDIA dan berfungsi untuk menyampaikan data billing pelanggan dari Host Biller ke Host CA untuk keperluan penerimaan pembayaran jasa telekomunikasi. Proses Bisnis Sistem TELKOM e-Payment ini melibatkan 3 (tiga) pihak yang saling berhubungan, yaitu :

  • Biller, Data Communicator dan Collecting Agent (CA).Biller merupakan institusi yang memiliki tagihan dan memerlukan pembayaran secara online oleh pelanggan. Umumnya sistem di Biller menggunakan database yang berisi data pelanggan dan Account Receiveble (A/R). Misalnya TELKOM, TELKOMSEL, PLN, PAM dlsb.
  • Collecting Agent (CA) yaitu institusi yang memiliki kemampuan untuk bertindak sebagai perantara dalam penerimaan tagihan dari pelanggan. Proses transaksi H2H menggunakan standar protokol ISO-8583. CA umumnya menggunakan sarana pengumpulan (collecting point) pembayaran berupa : ATM, Cash Teller, Phone Banking, Internet Banking dan lain sebagainya.
  • Data Communicator merupakan institusi yang memiliki switch yang berfungsi untuk menjembatani sistem perbankan dengan sistem di Biller. Data Comunicator menyediakan modul-modul interface di sisi Biller untuk dapat berinteraksi langsung ke CA dengan protokol ISO-8583. Proses bisnis untuk operasional layanan TELKOM E-payment dituangkan dalam dokumen SOP & SMP yang disepakati bersama antara Biller, CA dan Data Communicator FAQ Layanan TELKOM e-Payment

Tujuan dari penyediaan layanan ini adalah :

  1. Agar pelanggan (dari Biller terkait) dapat melakukan pembayaran atas tagihan layanan secara online memalui seluruh sistem terminal atau distribution point [mis : ATM, CashTeller dll) yang dimiliki oleh perbankan.
  2. Agar Biller dapat meningkatkan layanan melalui penyediaan sistem pembayaran tagihan secara online.
  3. Agar Komunitas perbankan dapat memperluas layanannya melalui penyediaa fasilitas pembayaran tagihan rekening layanan publik.

Bagi Collecting Agent (CA), layanan TELKOM e-Payment memiliki manfaat berupa :

  1. Memudahkan pembayaran tagihan bagi pelanggan CA.
  2. Menjadikan CA sebagai Bank yang unggul, karena dapat melakukan berbagai pembayaran secara mudah dan efisien.
  3. Memperoleh biaya/fee collecting agent.

Optimalisasi perangkat outlet perbankan, melliputi :

  • ATM
  • Terminal Teller
  • Phone Banking
  • Internet Banking
  • Mobile Banking

Manfaat menjadi Biller dari layanan TELKOM e-Payment  antara lain adalah:

  1. Kemudahan membayar tagihan, tanpa memandang area pelayanan. Pelanggan telepon di Bogor dapat membayar tagihannya melalui salah satu CA yang telah terhubung secara Host to Host di mana saja.
  2. Perluasan outlet pembayaran :
    • Secara nasional, sesuai jangkauan CA.
    • Secara internasional, jika CA telah menggunakan sistem Phone Banking maupun Internet Banking.
  3. Efisiensi jaringan, dibanding dengan sistem SOPP Point to Host (P2H) yang memerlukan 1 (satu) line telepon untuk setiap terminal
  4. Menambah peluang pendapatan atas satu saluran telepon yang tadinya untuk terminal SOPP P2H.
  5. Menambah traffik data di internal CA, sehingga menambah peluang pendapatan TELKOM dalam bisnis link data.
  6. Menghindari kasus pembayaran ganda, seperti pada kasus off-line.

Perbedaan layanan ini dengan layanan Point to Host antara lain:

Point to Host

  1. Biller harus mengelola banyak jaringan (kesetiap teller pembayaran)
  2. Jumlah teler dan area pembayaran terbatas
  3. Biaya operasional tinggi
  4. Security : low

Host to Host

  1. Hanya mengelola satu jaringan yang menghubungkan Host Biller ke Host Bank (Collecting agent)
  2. Jumlah tempat pembayaran dapat memanfaatkan semua distribution channel Bank (saat ini sudah 25 Bank, dengan distribution channel ATM, Teller, PhoneBanking)
  3. Proses settlement lebih sederhana
  4. Biaya operasional rendah
  5. Security : high