.


 

Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan Rp 1,4 T

Telkom dan Kominfo menggarap Mobile Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) senilai Rp 1,4 Triliun selama 4 tahun dalam sewa tender. Hal ini mengemuka saat pemberangkatan 40 Unit MPLIK ke Bitung, Sulawesi Utara dengan menggunakan KRI Teluk Penyu-513 di Dermaga Armatim, Surabaya (24/7).

 

MPLIK merupakan bentuk kepedulian Telkom terhadap pembangunan di Indonesia dalam melakukan penetrasi Internet di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Kawasan Barat Indonesia (KBI) di setiap kecamatan kepulauan terpencil. Penyediaan perangkat MPLIK dilgelar oleh empat perusahaan pemenang tender sejak Maret 2010 lalu. Keempat perusahaan itu antara lain, PT Telkom, PT Jastrindo Dinamika, PT Sarana Insan Muda Selaras, dan PT Aplikanusa Lintasarta. Sementara itu, Telkom memenangkan tender terbesar, yakni 60 persen dari proyek MPLIK. Integritas Nasional penanganan untuk memberikan pelayanan publik salah satunya dengan menyediakan layanan internet melalui MPLIK.

“MPLIK merupakan program pemerintah untuk mengedukasi masyarakat, bekerjasama dengan Telkom Speedy yang menjadi tender utama melaksanakan program Indonesian Connected,” kata Ketua Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Santoso, didampingi Staf Ahli Menkominfo Bidang Teknologi, Prof. Dr. Ing. Kalamullah Ramli; Kepala Staf Armatim Laksamana Pertama TNI, Darwanto; OSM Service Delivery Dives, Semly Saalino; dan Manager Enterprise Sales 2 ESR Timur, Arifin.

Santoso menuturkan, penetrasi Internet di Indonesia saat ini masih sekitar 20 persen dari total penduduk. Artinya, saat ini masyarakat yang aware terhadap internet baru mencapai 40 juta pengakses. Menurutnya, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan. Salah satu upayanya, yaitu dengan menyediakan akses di setiap kecamatan, melalui program PLIK dan MPLIK.

Wilayah Indonesia di kepulauan terpencil, lanjut Santoso, harus terjangkau mulai dari Sabang hingga Merauke. Sebanyak 1907 unit MPLIK akan disebar ke seluruh wilayah tersebut. Hingga saat ini, baru sebanyak 1600 unit yang akan tersebar tuntas hingga akhir 2012. Pelayanan mobil ini akan ditanggung oleh pemerintah daerah selama 4 tahun. Hal ini merupakan salah satu upaya masyarakat untuk bisa mandiri.

“Skema layanan internet, bergantung pada topografi wilayah, sebab selama ini Indonesia terdiri dari kepulauan, sehingga bagi wilayah yang tidak tersedia layanan kabel akan menggunakan akses satelit, atau VSAT,” papar Santoso.

Idealnya, layanan internet menggunakan kabel untuk wilayah yang sudah terkover fixed line, maka disediakan PLIK di setiap kecamatan. Sedangkan yang belum terjangkau PLIK, BP3TI akan menyediakan layanan MPLIK. Santoso menambahkan, 40 MPLIK yang diberangkatkan ke Bitung ini nantinya akan mengkover wilayah Kab Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Tahun lalu, pemerintah pusat telah menyerahkan 105 mobil ke Sulsel, dan MPLIK kali ini merupakan yang ke 1.600.

Menyediakan layanan Internet di seluruh Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Menurut Santoso, semangat membangun jaringan kabel broadband akses internet untuk menghubungkan kepulauan Indonesia sudah dicanangkan sejak tahun 1972. Pengadaan MPLIK dibiayai oleh BP3TI dan diperoleh dari pemerintah yang memungut dana Universal Service Obligation (USO) sebesar 1,25 persen dari pendapatan operator telepon seluler sejak 2005.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi, Prof. Dr. Ing. Kalamullah Ramli mengatakan, MPLIK ini dilengkapi sejumlah fasilitas yang meliputi lima terminal untuk user berupa laptop, genset, server, dan di atas mobil terdapat antena parabola VSAT. M-PLIK merupakan salah satu program USO PLIK yang menyediakan layanan dalam bentuk warung internet mobile yang diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan daerah tertinggal di Indonesia.

"Akses internet yang disediakan sekitar 256 Kbps, dan sudah dilengkapi software Nawala untuk memastikan penggunaan Internet Sehat dan Aman," ujarnya.

Dalam tender pengadaan MPLIK ini, Telkom mengggelar sebanyak 6 paket pekerjaan, antara lain Paket 4 (Jambi, Riau, Kepulauan Riau), Paket 12 (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo), Paket 13 (Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara), Paket 14 (Sulawesi Selatan), Paket 17 (Kalimantan Tengah), Paket 20 (Papua dan Irian Jaya Barat). Program ini diharapkan dapat mendukung program Broadband Ready yang kini tengah digencarkan Telkom. Melalui Broadband Ready, Telkom akan meningkatkan kualitas jaringan kabelnya, sehingga semua rumah bisa mencoba akses internet broadband selama sebulan secara gratis