.


 

Peningkatan Profesionalitas Mutu Guru Berkelanjutan

“Tanggung jawab profesional guru merupakan bagian dari masyarakat pembelajar yang selalu memperbaiki dan mengembangkan profesionalitasnya,” demikian disampaikan Wakil Menteri Pendidikan (Wamendiknas), Fasli Djalal. Pernyataan itu dilontarkannya saat memberikan motivasi dan kuliah umum kepada peserta pelatihan ‘Bagimu Guru Kupersembahkan’ tahap 5 angkatan ke 5 di Karawang, Rabu (22/6).

Kegiatan ini menurut Fasli merupakan salah satu bentuk peningkatan mutu profesional guru berkelanjutan. "Dinas Pendidikan berharap para guru mendapat peningkatan kesejahteraan, tetapi peningkatan profesional mutu guru harus diutamakan karena ini merupakan bagian dari patriotisme kita sebagai seorang guru," kata Fasli.

Ia menambahkan guru dituntut memliki karekteristik yang efektif, tidak semata sebagai manajer kelas yang baik, tetapi juga seorang guru juga harus dapat memahami pola mengajar sehingga siswa dapat menguasai apa yang dipelajari. "Seorang guru harus memiliki harapan yang tinggi terhadap keberhasilan siswa dengan menggantungkan harapan pada semua siswa," tegasnya. Selain meningkatakan mutu pengajar dan pola mengajar, Wamendiknas juga akan memperbaiki peran sekolah yang menjadi perpanjangan birokrasi. "Tujuannya agar tidak adalagi pemotongan di sana-sini, baik menyangkut gaji, BOS, maupun program Diknas yang lain," tandas Wamendiknas.

“Peran guru selain sebagai pendidik juga memiliki peran sebagai pembangun pondasi kepribadian bangsa Indonesia yang berkulitas dan berkarakter bagus,” demikian disampaikan Operation Senior Manager Communication, A. Mukti Soma, saat membuka pelatihan ‘Bagimu Guru Kupersembahkan’, hasil kerjasama dengan harian umum Republika. Soma menambahkan, pelatihan ini menitikberatkan pada pelatihan cara berkomunikasi secara efektif. Selain itu, para guru juga akan mendapatkan pelatihan teknologi. "Tujuannya, supaya para guru, terutama yang berkarya di daerah, melek akan teknologi. Untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas, maka gurunya juga harus cerdas di segala bidang, termasuk menguasai teknologi," tandas Soma.

Sesuai tema ‘Bangun Kecerdasan Bangsa’, diharapkan kegiatan ini mampu membangun human resource anak didik. Peran ICT sendiri menurut Soma sudah tidak terbatas. "Melalui ICT kita tidak hanya dapat mencari materi pelajaran tetapi juga melakukan riset atau kajian yang dapat di-submit ke media news week atau time. Dengan begitu kita menujukkan bahwa Indonesia mampu berkarya dan turut berkontribusi positif terhadap perkembangan pendidikan global, walaupun kita ada di Kabupaten Karawang," ujarnya.

Sementara itu Shahnaz Haque dalam sesi komunikasi efektif mengajak para pengajar untuk meningkatakan kreativitas selain kecerdasan anak didiknya. Karena menurut Shahnaz, dengan kreativitas bisa membuat anak didik bertahan hidup di segala bidang. Selain Shahnaz Haque, pelatihan Bagimu Guru Kupersembahkan yang berlangsung selama 2 hari (22-23/6) ini juga diisi oleh sharing public figure yang dibawakan Gilang Ramadhan, kepribadian menarik oleh Laila Mona Ganiem, penulisan popular oleh Arys Hilman, Guru kreatif oleh Farhan serta ICT untuk pengajar oleh Januardy. ***